Minggu, 28 April 2013

Kehidupan

Dalam suatu kehidupan seseorang pasti memiliki tujuan masing-masing. Sama seperti saya yang miliki tujuan, dalam kehidupan saya meiliki dua tujuan yaitu:
  1. Kebahagian dunia dan akhirat, hidup itu ibarat memiliki dua titik yang pertama titik awal dimana kita dilahirkan di dunia ini dan yang kedua titik akhir dimana kita kembali kepada-NYA. Dua titik tersebut dihubungkan dengan sebuah garis dimana garis tersebut kehidupan kita di dunia ini entah itu garisnya lurus dari titik awal ke titik akhir, garisnya melengkung, berbelok-belok. Setiap orang memiliki pola garis yang berbeda yang pada akhirnya kita mencapai titik akhir. Dari situlah saya berpikir buat apa kita hidup? mungkin kita hidup untuk persiapan kita di akhirat nanti dan saya bertekad bahagia didunia dan akhirat.
  2. Membahagiakan kedua orang tua saya merupakan kunci saya bahagia di dunia. Karena orang tua berperan utama dalam kelangsungan kehidupan saya terutama ibu saya. Karena dia lah saya lahir, karena dia lah saya bisa bertahan hidup sampai sekarang. Saya pikir membahagiakan kedua orang tua merupakan suatu kewajiban setiap anaknya.
  3. Sukses, merupakan salah satu kunci saya akan membahagiakan kedua orang tua saya. Dengan saya mendapatkan pekerjaan yang layak saya bertekad akan membahagiakan kedua orang tua saya salah satunya dengan memberangkatkan ke tanah suci untuk beribadah. Saya yang sekarang masih dalam proses mencapai tujuan hidup saya. 
Cukup dengan 3 hal tujuan hidup saya namun tidak mudah untuk mencapainya, butuh kerja keras dan ketekunan yang besar untuk mecapai tujuan nomor 3 lalu nomor 2 dan yang terkahir nomor 1 aamiinn.

Minggu, 24 Maret 2013

Prinsip Hidup dalam sebuah Pensil

Saya pernah membaca di sebuah artikel entah dimana karena artikel tersebut sudah lama saya baca waktu saya masih kelas 2 SMK. Artikel tersebut mengajarkan saya tentang prinsip hidup yang sampai sekarang prinsip itu masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Sesuai dengan judul artikel ini saya berbagi ilmu dari sebuah pensil yang bisa dibilang prinsip hidup. Sebuah pensil memiliki 5 kualitas yang bisa membuat hidup tenang dan tentram, jika mengikuti prinsip pensil ini:

"Kualitas pertama, pensil mengingatkan kita kalo kita bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kita jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya" .

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, saya kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil saya. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kita, dalam hidup ini kita harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal -hal di dalam diri kita sendiri".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kita, kita harus sadar kalau apapun yang kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

Jumat, 30 November 2012

Sipnosis Tuhan Tolong Izinkan Aku jadi Pelacur


Seorang Muslimah bernama Nidah Kirani yang tinggal di pondok ki ageng, Tubuhnya dihijabi oleh jubah dan jilbab besar. Dia seorang muslimah yang taat dalam menjalankan ibadahnya, hampir setiapn saat ia lakukan hanya semata-mata beribadah kepada tuhannya. Ketaatanya pada agama membuat dia hampir melupakan masalah lahi/duniawi, sehingga dia berpikir untuk menegakan syariat agama. Dengan semangat untuk menegakan syariat agama pada akhirnya dia memutuskan untuk masuk sebuah organisasi yang berambisi untuk menegakan syariat islam.
Dalam perjalanan nidah kirani dalam aktivis di sebuah oraganisasi tidak selancar yang dia pikirkan sehingga menimbulkan kekecewaan nidah kirani terhadap organisasi tersebut. Organisasi yang dia piker berjalan dalam syariat islam dan menegakan syariat islam ternyata hanya kebohongan belaka. Dalam kebingungan dia berusaha mencari kebenaran dan terus bertanya tapi dia tidak dapat jawabanya. Kekecewaan dia merasa tidak dapat pertolongan dari tuhannya. Dan bahkan dia berpikir tuhan yang selama ini dia agung-agungkan seperti lari dari tanggung jawabnya dan tidak mau menjawab pertanyaan dan keluhannya.
Dalam kekosongan itulah dia mulai terjerembab dalam dunia hitam. Ia lampiaskan dengan free sex dan mengkonsumsi obat-obat terlarang. Hal ini menjungkir balikan lagi dan kepercayaanya. Karena ternyata tampang lahiriah tidak menjamin watak asli seseorang, terbukti dengan semua pria yang telah menidurinya adalah orang yang jika dipandang mata adalah orang-orang terhormat yaitu yang memiliki tampang ustadz, seniman, bahkan seorang aktivis pun juga menidurinya. Maka dicarinya pembenaran-pembenaran yang dapat menguatkan hatinya. Hingga dia pun dapat berdiri tegak, mengangkat dagu, dan menantang dunia, tuhan, dan realitas. Nidah menasbihkan diri untuk melacurkan diri. Sebagai bentuk pemberontakannya pada Tuhan terkasihnya. Sepeti yang tertuang dalam petikan dibawah ini.
“Biarlah aku hidup dalam gelimang api-dosa, sebab terkadang dosa yang dihikmati, seorang manusia bisa belajar dewasa”

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management