Minggu, 28 April 2013

Menggapai Hidup yang Maksimal


Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir,  rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai  kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri. Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang  sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.

Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :

  1. Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini  dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi. Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih. Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu, meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap  aspek kehidupanmu.
  2. Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda. Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang  dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri
  3. Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu. Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia  berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu. Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan.  Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.
  4. Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi. Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya  dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini. Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang. 
  5. Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.
  6. Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar  yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri.  Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita, Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita,  namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri. Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.
  7. Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan  sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu, sekarang juga !

Kehidupan

Dalam suatu kehidupan seseorang pasti memiliki tujuan masing-masing. Sama seperti saya yang miliki tujuan, dalam kehidupan saya meiliki dua tujuan yaitu:
  1. Kebahagian dunia dan akhirat, hidup itu ibarat memiliki dua titik yang pertama titik awal dimana kita dilahirkan di dunia ini dan yang kedua titik akhir dimana kita kembali kepada-NYA. Dua titik tersebut dihubungkan dengan sebuah garis dimana garis tersebut kehidupan kita di dunia ini entah itu garisnya lurus dari titik awal ke titik akhir, garisnya melengkung, berbelok-belok. Setiap orang memiliki pola garis yang berbeda yang pada akhirnya kita mencapai titik akhir. Dari situlah saya berpikir buat apa kita hidup? mungkin kita hidup untuk persiapan kita di akhirat nanti dan saya bertekad bahagia didunia dan akhirat.
  2. Membahagiakan kedua orang tua saya merupakan kunci saya bahagia di dunia. Karena orang tua berperan utama dalam kelangsungan kehidupan saya terutama ibu saya. Karena dia lah saya lahir, karena dia lah saya bisa bertahan hidup sampai sekarang. Saya pikir membahagiakan kedua orang tua merupakan suatu kewajiban setiap anaknya.
  3. Sukses, merupakan salah satu kunci saya akan membahagiakan kedua orang tua saya. Dengan saya mendapatkan pekerjaan yang layak saya bertekad akan membahagiakan kedua orang tua saya salah satunya dengan memberangkatkan ke tanah suci untuk beribadah. Saya yang sekarang masih dalam proses mencapai tujuan hidup saya. 
Cukup dengan 3 hal tujuan hidup saya namun tidak mudah untuk mencapainya, butuh kerja keras dan ketekunan yang besar untuk mecapai tujuan nomor 3 lalu nomor 2 dan yang terkahir nomor 1 aamiinn.

Minggu, 24 Maret 2013

Prinsip Hidup dalam sebuah Pensil

Saya pernah membaca di sebuah artikel entah dimana karena artikel tersebut sudah lama saya baca waktu saya masih kelas 2 SMK. Artikel tersebut mengajarkan saya tentang prinsip hidup yang sampai sekarang prinsip itu masih saya terapkan dalam kehidupan saya. Sesuai dengan judul artikel ini saya berbagi ilmu dari sebuah pensil yang bisa dibilang prinsip hidup. Sebuah pensil memiliki 5 kualitas yang bisa membuat hidup tenang dan tentram, jika mengikuti prinsip pensil ini:

"Kualitas pertama, pensil mengingatkan kita kalo kita bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kita jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya" .

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, saya kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil saya. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kita, dalam hidup ini kita harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal -hal di dalam diri kita sendiri".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kita, kita harus sadar kalau apapun yang kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management