Selasa, 11 Juni 2013

Ketakutan

Sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok, aku teringat kenangan-kenangan indah masa kecil di Karang Bedil, Kampung yang berada di sebelah selatan Kecamatan Pemenang. Sebuah kampung yang diapit oleh sawah dan bukit-bukit, menyimpan suasana pedesaan yang nyaman dan asri.
Rumahku berdekatan dengan sawah yang sekarang tanahnya telah digali untuk pembuatan batu bata, sungguh sayang sekali. Anjing pun berkeliaran di dekat rumahku dan gonggongan mereka membuat suasana malam menjadi sangat menyeramkan. Sehingga aku agak lama untuk memejamkan kedua mataku.
Di pelupuk mataku terus terbayang masa-masa kecil yang dikerumuni anjing-anjing liar tersebut. Matanya tajam seperti ingin menggigitku, hingga aku pun meneteskan air mata. Aku berteriak sekeras-kerasnya, namun teriakanku membuat gonggongan itu semakin ramai di sekeliling ku. Aku terdiam sambil terisak dan duduk sambil mengusap kedua mataku. Anehnya, anjing-anjing itu lalu meninggalkanku. Aku cukup trauma dengan kejadian itu.
Hampir tiap aku mendengar suara-suara itu aku teringat dengan masa lalu. Tapi, anehnya adikku yang masih berumur sebelas tahun, malah senang mendengar suara anjing yang meraung-raung seperti serigala itu. Kadang-kadang dia tersenyum dan sesekali seperti mengejek saat melihat tingkahku yang ketakutan, mungkin baginya agak kurang wajar.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management